Page 6 - Buku KBT
P. 6

untuk area terpencil dan masyarakat lapisan bawah    Untuk itu, pada gagasan Kurikulum Berbasis Tontonan
             yang belum bisa terjangkau jaringan internet. Namun   ini,  Serrum  ingin  mengajak  teman-teman  untuk
             titik cerah yang bisa dilihat adalah bergesernya peran   merumuskan kurikulum sendiri sesuai dengan apa
             murid dan guru ketika internet menjadi ruang utama   yang teman-teman temukan di YouTube atau platform
             interaksinya. Semua pengguna yang mengunggah         berbasis video lainnya.
             seketika bisa menjadi guru dan semua pengguna yang
             sedang mengakses adalah murid. Hal ini adalah bentuk
             kesetaraan dalam proses edukasi dan terbebas dari
             batasan usia sebagai pembelajar.

             Sangatlah menarik jika melihat dari sudut pandang
             pengakses dalam mempertanyakan bagaimana
             pengunggah tersebut mengkonstruksi data-data
             dari sebuah konten unggahan. Jika sumber-sumber
             informasi tersebut dirangkai menjadi sebuah utas
             yang kronologis, maka rangkaian tersebut sudah
             menjadi sebuah kompetensi dasar dalam silabus.
             Proyek “Kurikulum Berbasis Tontonan” ini mencoba
             mengajak partisipan sebanyak-banyaknya dalam
             mengumpulkan daftar tontonan yang dapat dirangkum
             menjadi sebuah silabus. Dengan membebaskan
             minat belajar kami mengajak siapapun untuk dapat
             berbagi hasil penelusuran tontonan menjadi sebuah
             rangkaian tahap-tahap pembelajaran bagi siapapun
             yang ingin belajar hal yang sama. Eksistensi manusia
             kini bisa dilihat dari apa yang ditontonnya karena “Aku
             Menonton Maka Aku Belajar” (merevisi ungkapan
             filsuf Descartes).

             Dalam rangka memperingati 100 tahun Taman Siswa,
             Serrum akan menyelenggarakan pameran yang
             berlokasi di Museum Kebangkitan Nasional (Stovia)
             yang terletak di Jakarta Pusat.

             Serrum  ingin mengajak  teman-teman  untuk
             berpartisipasi pada proses pembuatan karya dan
             dapat hadir di kegiatan pameran ini pada tanggal 20
             Mei sampai 20 Juni 2022.

             Pada kesempatan ini, Serrum ingin mempresentasikan
             sebuah gagasan karya yang kami sebut dengan
             “Kurikulum Berbasis Tontonan”.
             Melihat kondisi hari ini dan sekarang, proses belajar
             tidak hanya kita dapatkan lagi dari proses sekolah
             maupun membaca buku, saat ini publik dapat mencari                             nonton              Belajar
             dan menerima informasi serta belajar dari platform                                   Maka
             berbasis tontonan di internet, khususnya YouTube.
             Pada prosesnya, kita pasti sering mencari tau informasi          Aku                        Aku
             lewat YouTube berdasarkan kebutuhan yang ingin kita                     Me-
             dapat. Mari kita mencoba menyusun sendiri tahapan-
             tahapan informasi tersebut sebagai sebuah proses
             pembelajaran yang akan tersusun menjadi layaknya
             sebuah Kurikulum.
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11