Page 5 - Buku KBT
P. 5

“Tahun 2000 tahun harapan, yang penuh          software, aplikasi, add on, plug in, media sosial,
                          tantangan dan mencemaskan. Wahai pemuda        adalah  mesin-mesin non  fisik yang  menjadi
                          dan para remaja, ayo siapkan dirimu, siap ilmu,   asisten manusia dalam mengembangkan
                          siap iman, siap”. Itulah potongan lirik dari lagu   peradaban. Panduan penggunanya pun lengkap
               Kesetaraan dalam Belajar dan Distribusi Pengetahuan
                          Tahun 2000 yang dinyanyikan oleh kelompok      tersedia dalam  Youtube, baik untuk pemula,
                          Nasida Ria. Lagu tersebut dirilis pada tahun   dasar, menengah, lanjutan, dan master.
                          1978 namun dapat meramalkan apa yang akan
                          umat manusia hadapi 22 tahun kemudian.         Kesadaran  paralel  pengguna  Youtube  dalam
                          Lirik  yang  ada  pada  lagu  Tahun  2000  bisa   berbagi ulasan, panduan, dan informasi adalah
                          dilihat sebagai sebuah hipotesa ilmiah yang    sebuah tantangan bagi dunia pendidikan. Ketika
                          memberikan pencerahan sekaligus peringatan     akses untuk mendapatkan informasi menjadi
                          soal bagaimana pemuda harus bersiap dalam      semakin mudah, manusia cenderung lemah
                          menghadapi  milenium  baru.  Benar  saja ketika   dalam membedakan yang informatif dan
                          baru menginjak hari pertama di tahun 2000,     spekulatif. Seperti yang disebutkan oleh Tom
                   Masyarakat Digital dalam Sepenggal Kronik
                          dunia sudah mengalami masalah dalam sistem     Nichols dalam bukunya The Death of Expertise,
                          penanggalan digital pada komputer. Millenium   posisi kepakaran yang dulunya ada di puncak
                          bug adalah sebuah peristiwa kesalahan program   piramida pengetahuan dewasa ini dianggap
                          komputer—yang saat itu dirancang dari tahun    sejajar dengan orang awam. Disrupsi teknologi
                          60-an—ketika tidak  dapat  mengkalkulasi       atau pengambilalihan peran manusia oleh
                          kalender untuk bisa menuju ke tahun 2000       robot–dalam hal ini adalah kecerdasan buatan–
                          kemudian kembali ke tanggal 1 Januari 1990.    cukup menjadi ancaman bagi masyarakat usia
                                                                         produktif. Tantangan ini menuntut manusia
                          Peristiwa  ini  bisa  dilihat  sebagai  sebuah   untuk bekerja lebih cepat dan kompetitif
                          ketidaksiapan  manusia  terhadap  perubahan    jika mengacu pada demografi penduduk di
                          sistem  yang  niscaya  harus  berubah  saat    Indonesia.
                          menginjak abad baru. Perlahan setelahnya
                          dunia mulai bersiap apalagi setelah internet dan   Tantangan lainnya hadir ketika pandemi
                          surel mulai merambah ke negara dunia ketiga    memaksa manusia untuk memutus jarak
                          termasuk Indonesia. Warnet mulai bisa diakses   fisik dan bertransformasi dalam ruang daring.
                          hampir seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari   Semua  orang  dipaksa  beradaptasi  untuk
                          mengakses surel, situs game, pornografi, unduh   bekerja secara daring dan hampir tidak bertemu
                          musik, dll. Hingga pada tahun 2005,  Youtube   secara langsung. Pendidikan di Indonesia pun
                          hadir sebagai sebuah ruang berbagi video dan   mengalami masa-masa tersulitnya terlebih
                          mulai marak diakses di Indonesia di akhir dekade
                          pertama abad 21 bersama  Google, Twitter,
                          Facebook. Teknologi kamera ponsel setelahnya
                          juga semakin memudahkan masyarakat untuk
                          merekam dan mengunggah video di Youtube.


                          “Tahun dua ribu kerja serba mesin, berjalan
                          berlari menggunakan mesin. Manusia tidur
                          berkawan mesin, makan dan minum dilayani
                          mesin”. Potongan lirik Tahun 2000 selanjutnya
                          juga memberikan sebuah ramalan tentang
                          bagaimana manusia hidup di abad 21. Namun
                          saat ini bukanlah mesin perangkat keras yang
                       Angga Cipta  lunak yang akrab untuk berbagai lapisan usia
                          melayani manusia melainkan mesin perangkat

                          penggunanya. Mesin-mesin ini sangat beragam
                          fungsinya, mudah diunduh baik legal atau
                          ilegal,  dan  dengan  sangat  mudah  dipasang  di
                          perangkat komputer seluler. Sebut saja dari
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10